Menilik 3 Ritual Adat dan Tradisi Unik di Jogja  

Meskipun luas wilayahnya kecil, tak ada yang memungkiri bahwa Jogja memiliki daya tarik wisata yang sangat besar. Tak terbatas pada objek wisata atau kuliner, potensi wisatanya juga didukung oleh tradisi dan adat budaya yang turut membangun jiwa Jogja. Dikenal berkaitan erat dengan Kerajaan Mataram yang berbudaya Jawa kental, tak heran jika tradisi-tradisinya masih melekat kuat dalam masyarakat. Beberapa tradisi masih hidup dan dilestarikan, seperti Sekaten dan Grebeg Maulud.

Jika Anda tertarik mengetahui ragam adat atau tradisi di Jogja yang masih dipertahankan sampai sekarang, berikut ulasannya.

  1. Saparan Bekakak

Saparan Bekakak (Sumber: youtube.com)

Tradisi selamatan ini berasal dari Gamping Sleman dengan acara inti penyembelihan bekakak. Bekakak merupakan boneka yang terbuat dari tepung ketan berisi juruh gula jawa yang telah dirias layaknya sepasang pengantin.

Konon, Saparan Bekakak diadakan sebagai wujud penghormatan pada Kyai dan Nyai Wirosuto, abdi dalem dari Sri Sultan Hamengku Buwana I. Kedua sosok ini dipercaya memilih tinggal di Gamping—alih-alih mengikuti tuannya—dan menjadi cikal bakal dari penduduk setempat.

Saparan Bekakak telah ditetapkan waktunya, yaitu setiap Jumat minggu kedua (antara tanggal 10-20) di bulan Sapar setiap tahunnya. Sebelum penyembelihan, masyarakat Ambarketawang Gamping akan melakukan prosesi midodareni dan kirab untuk bekakak, layaknya upacara pernikahan sungguhan. Kemudian, acara dilanjutkan dengan penyembelihan bekakak dan sugengan ageng. Saparan Bekakak menjadi salah satu daya tarik wisata di Jogja.

  1. Labuhan Jalanidhi

Sejak tahun 2001, masyarakat Srigading Bantul rutin melaksanakan Labuhan Jalanidhi. Tradisi ini dilakukan sebagai perwujudan syukur serta permintaan berkah dari para nelayan sekitar. Setiap tahun, Labuhan Jalanidhi diadakan, tepatnya pada Minggu Pon di bulan Sura.

Labuhan Jalanidhi sendiri merupakan tradisi melarung aneka sesaji—termasuk kepala kerbau—ke Pantai Samas. Sebelumnya, masyarakat akan mengarak sesaji dengan pakaian tradisional diiringi musik khas keraton dari Kelurahan Srigading pada pukul 09.00 WIB.

Selesai kirab, masyarakat akan mendoakan sesaji dan menikmati tontonan kesenian tarian tradisional. Selanjutnya, semua sesaji akan dibawa ke atas perahu dan dilarung ke Laut Selatan. Prosesi pelarungan biasanya dilakukan pada pukul 12.00 WIB.

  1. Upacara Melasti

Upacara Melasti (Sumber: panbelog.wordpress.com)

Tak hanya tradisi budaya Jawa bernuansa Islam, Jogja juga memiliki sebuah ritual yang dilakukan oleh umat Hindu untuk menyambut Nyepi. Setiap tahunnya, tradisi ini dilaksanakan di Pantai Parangkusumo atau Samas, dari pukul 12.30 WIB sampai sore. Inti dari Upacara Melasti adalah penyucian diri.

Dalam Upacara Melasti, umat Hindu memulai perjalanan dari Pura Agung Jagatnata di Sorowajan, Banguntapan, Bantul. Selanjutnya, mereka akan mengambil air suci dari tujuh sumber mata air di sekitar area tersebut. Salah satu sumber air yang digunakan untuk upacara keagamaan ini adalah air dari Pantai Parangtritis.

Dalam tradisi adat ini, umat Hindu menyiapkan berbagai sesaji, baik khas Jawa maupun Bali, yang melambangkan Trimurti. Tak ketinggalan, perarakan sesaji juga diikuti oleh jumpana yang menjadi lambang singgasana sang Dewa Pencipta, Brahma.

Beberapa tradisi di atas hanyalah segelintir dari adat dan ritual yang masih dilestarikan dengan baik di Jogja. Masih banyak tradisi yang rutin diselenggarakan, seperti Merti Desa Krebet, Kupatan Jolosutro, Sadran dan Tabur Benih Giriharjo, dan sebagainya.

Pesan tiket pesawat online di Airy sekarang juga sehingga Anda mendapatkan penawaran terbaik. Tersedia tiket murah Citilink dan beberapa maskapai penerbangan lain yang siap mengantar Anda menuju Jogja. Bersama Airy, liburan ke Kota Gudeg pasti jadi lebih nyaman.

Airy selalu memberikan pelayanan terbaik untuk memastikan kenyamanan Anda. Tersedia fitur pengaturan jadwal ulang maupun pengembalian uang jika terjadi hal tak diinginkan terkait dengan perjalanan. Belum lagi, setiap transaksinya mudah dan bebas penipuan sehingga Anda tidak akan kecewa memanfaatkan Airy.

Selamat berlibur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *