WEGE Kantongi Rp215 Miliar dari Proyek Apartemen di Karawang


Tinggal di apartemen sekarang menjadi pilihan utama bagi orang tua dan bahkan ribuan tahun. Apartemen ini dianggap sebagai rumah rumah impian, terutama di kota-kota besar seperti ibukota Jakarta atau kota-kota pendukung di ibukota sekitarnya. Tinggal di apartemen memiliki banyak keuntungan. Sebut saja kehidupan yang lebih nyaman dan mudah diakses di berbagai tempat. Karena sebagian besar apartemen dibangun di pusat kota, apartemen ini berada di tengah kerumunan, sehingga tinggal di apartemen memungkinkan Anda untuk hidup lebih ekonomis, hemat biaya dan menghemat waktu dan tenaga. Apartemen juga memiliki keunggulan dari sejumlah fasilitas yang mendukung kebutuhan sehari-hari penghuninya. Itu juga alasan mengapa orang memilih apartemen sebagai ruang hidup.

Sementara pengembangan apartemen di Karawang sendiri menjadi lebih terlihat, ditemani oleh pengembang besar yang membangun rumah di kota industri. Mendukung apartemen hunian ideal di Karawang tidak lebih dari pembangunan sejumlah proyek infrastruktur besar yang berlangsung di bagian timur Jakarta, seperti proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, jalan tol Jakarta-Cikampek II (tinggi) dan Proyek Bandara Kertajati. Ditambah pembangunan pelabuhan Patimban, yang juga sedang dipersiapkan.

Pembangunan sejumlah proyek infrastruktur juga memastikan bahwa banyak pengembang memandang Karawang. Karena pertumbuhan real estat industri di Karawang meningkatkan permintaan akan real estat, khususnya tingkat hunian. Apalagi orang asing yang bekerja di Karawang menjadi potensi pasar terbesar di luar pasar lokal.

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) telah mengeluarkan omzet Rp215milyar. Dari proyek apartemen di Karawang, Jawa Barat. Bobby Iman Setya, sekretaris bisnis gedung Wijaya Karya, mengatakan perusahaan dapat menjual 90% dari 794 unit apartemen Tamansari Mahogany yang dipasarkan hingga September 2018. Nilai penjualan mencapai Rp215milyar. “Omset menara pertama mencapai R155 miliar,” katanya kepada Bisnis di Karawang pekan lalu.

Menara pertama terdiri dari 4 jenis unit, yaitu studio 21,73 m2 dan 25,62 m2 dan 2 kamar tidur dengan luas 48,02 m2 dan 54,35 m2. Harga per meter persegi memiliki harga Rp13 juta. Konstruksi dimulai pada April 2015 dan sekarang sudah operasional. Proyek Tamansari Mahogany mencakup 2 hektar (ha), yang terdiri dari 2 menara tempat tinggal, 1 menara hotel dan kawasan bisnis. Promosi kesempatan kedua akan disertai dengan peluncuran area gaya hidup dan hiburan di depan kompleks.

Sementara itu, menara kedua menawarkan berbagai unit bolak-balik karena terdiri dari 11 jenis. Rinciannya, tipe studio ukuran 24,53 m2, 27,30 m2, dan studio memiliki 27,22 m2. Selain itu, Anda harus menulis 1 kamar tidur dengan luas 39,58 m2 – 51,48 m2, 2 kamar tidur 58,26 m2 – 73,57 m2 dan 3 kamar tidur 97,95 m2. Harga ditetapkan pada Rp 15 juta. Pr. M2. Bobby mengatakan bahwa pasar real estat di Karawang menawarkan banyak potensi karena merupakan kawasan industri internasional. Area ini adalah rumah bagi ratusan perusahaan multinasional dengan lebih dari 500.000 karyawan asing dan lokal. Karyawan ini mungkin membutuhkan perumahan untuk sementara waktu, alih-alih pulang ke rumah – setiap hari untuk perumahan di Jakarta, Bekasi atau Bandung. Jadi pada hari kerja dari Senin hingga Jumat, mereka tinggal di daerah yang dekat dengan tempat kerja, hanya pada akhir minggu.

Selain segmen jaringan lemak, sektor real estat di Karawang akan diperkuat oleh pengembangan infrastruktur seperti peningkatan jalur cepat Jakarta-Cikampek dua arah dan kereta cepat Jakarta-Bandung. Direktur WEGE Nariman Prasetyo mengatakan bahwa apartemen judul ini adalah tempat tinggal vertikal pertama di Karawang. Lokasi apartemen berdekatan dengan sisi bea cukai Karawang Barat, sehingga sangat strategis. Pada Desember 2018, perusahaan yang satu ini juga berencana meresmikan Fave Hotel yang didalamnya terdapat 132 kamar. Harga mulai Rp 300.000 per malam. Hotel plus bintang-2 ini memiliki sejumlah fasilitas seperti restoran, bar, dan 10 ruang pertemuan.

Selain Karawang, WEGE juga memiliki sejumlah proyek real estat seperti Tamansari Prospero di Sidoarjo, Tamansari Tera di Bandung. Namun, pendapatan dari sektor real estat masih kecil. Dari Juni 2018, pendapatan WEGE dari sektor real estat mencapai DKK 151,31 miliar. DKK, naik dari semester I / 2017 menjadi Rp 23,41 miliar. Sementara itu, omzet dari pekerjaan konstruksi mencapai 2,2 triliun, meningkat dibandingkan dengan sebelumnya Rp 1,28 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *