YELLO Hotel Sebagai Hotel Bisnis Manggarai Jakarta

YELLO Hotel ini berada di bawah manajemen dengan Haris Hotel dan Pop Hotel karena termasuk dalam Keluarga Manajemen Tauzia Hotel. YELLO Hotel Manggarai adalah hotel bintang tiga, dibuka pada 27 Maret 2017. Hotel ini memiliki 102 kamar dan empat ruang pertemuan yang dapat menampung 15-100 orang maka dari itu hotel ini juga sebagai hotel bisnis Manggarai. “Senin, 27 Maret pukul 10:00 pagi WIB hanya terdaftar di situs web YELLO Hotel” jika kalimat itu ditulis. Senin pukul. Pukul 10 pagi saya segera membuka situs web YELLO Hotel. “Oh, coba saja, kamu tahu betul, walaupun itu tidak benar, nama itu tidak beruntung,” pikirku kemudian. Penawaran ini hanya berlaku di YELLO Hotel Manggarai dan hanya dari 30 Maret hingga 2 April. Karena penasaran, saya segera membuka dan mencoba mendaftar untuk check in pada 28 Maret dan check out pada 29 Maret 2017.

Seperti yang direncanakan pada hari Selasa, 28 Maret, saya meninggalkan kantor Hotel YELLO Manggarai melalui jalur shuttle dan berangkat ke stasiun Manggarai. Tiba di Stasiun Manggarai saya memesan taksi motor online Rp. 9.000 ke YELLO Hotel Manggarai. Ayyas mengikuti di antara suamiku. Oh ya, hanya aku dan Ayya yang tinggal di hotel. Setibanya di hotel, ada minuman sambutan berwarna kuning. Rasanya sangat asam, tetapi cukup keren karena dingin. Saya langsung membayar uang muka sebesar Rp. 500 ribu dan sarapan seharga Rp. 75 ribu. Setoran ini akan dikembalikan setelah check-out. Stafnya ramah dan mereka menyapa dengan baik dan tidak ragu untuk menawarkan diri mereka sebagai seorang fotografer. Hihii. Karena saya tidak ingin ketinggalan kesempatan, saya segera menempatkan gaya yang berbeda dengan Ayya.

Bagian penerima tamu terletak di area dengan restoran, dapur terbuka, dan ruang permainan. Tidak banyak kursi tersedia di restoran. Tapi perkiraan saya cocok untuk maksimal 20 orang. Di sebelah kanan ada ruang unik dengan enam tablet yang dapat digunakan untuk mendengarkan lagu di YouTube atau game Bermuda. Kursi-kursinya lembut dan menjadi tempat idola saya. Di lantai pertama ada ruangan yang bisa digunakan untuk rapat. Mushala juga ada di lantai 1 Ayyas dan saya mendapat kamar di lantai 3 308. Desain kamarnya sangat unik dan ada kalimat motivasi bahasa Inggris dengan warna kuning yang menonjol. Sofa panjang tersedia di kamar. Di kamar juga ada ketel, teko teh dan kopi, dan air mineral ukuran sedang. Televisi tentu saja di dalam ruangan. Kamar mandinya bersih dan ada sabun serta perlengkapan mandi lainnya.

Sore harinya, saya senang bermain di tempat tidur. Namanya anak kecil, pasti salah dengan semua yang ada di ruangan itu. Sebelum kelompok doa Magrib bergema, saya menyuruh Ayya makan. Dapat dimengerti bahwa saya adalah salah satu dari mereka yang malas di malam hari. Bawa saja ke kamar. Kemudian saya dan Ayya memilih berjalan sekitar 100 meter untuk membeli makanan. Sejauh yang saya tahu, banyak makanan dijual. Pisang, mie ayam dan lainnya terbuat dari martak, pontianak. Saya kemudian membeli Siomay seharga Rp. 18 ribu dan pisang goreng Pontianak seharga Rp3.000. Kami makan semua makanan di kamar hotel. Setelah makan malam, Ayyas dan saya menonton film dan tidur mimpi, juga disebut tidur.

Keesokan harinya, Ayyas dan aku bergegas sarapan jam 8 pagi. Sekitar enam orang sepertinya menikmati sarapan. Makanannya terdiri dari nasi putih, nasi goreng, capcay, nugget, dan aneka sayuran, buah dan salad. Saya segera memesan telur dadar favorit saya sementara Ayyas makan jagung. Rasa makanannya enak, tapi tidak terlalu istimewa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *